Treasury Goes To School dalam rangka Perbendaharaan Menyapa

Treasury Goes To School dalam rangka Perbendaharaan Menyapa

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bojonegoro bekerja sama dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro menyelenggarakan acara Treasury Goes to Schhol dengan mengusung tema “Peran Perbendaharaan Dalam Pengelolaan Keuangan Negara dan Pembangunan”. Acara yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal  16 Januari 2017 bertempat di Auditorium Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro yang mendapat sambutan luar biasa dari para siswa MAN 1 Bojonegoro.
Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan penyelenggaraan hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018, yang merupakan kegiatan eksternal yang melibatkan yang melibatkan pihak-pihak diluar DJPb berupa edukasi mengenai peran DJPb kepada masyarakat, seperti perguruan tinggi, sekolah atau kelompok masyarakat. KPPN Bojonegoro melaksanakan kegiatan “Perbendaharaan Menyapa” dalam bentuk Perbendaharaan mengajar yang diimplementasikan kepada para siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro dengan materi pengenalan APBN. Acara Perbendaharaan mengajar diawali dengan pembukaan oleh Kepala MAN 1 Bojonegoro, dalam sambutannya Kepala MAN 1 Bojonegoro berpesan kepada para siswa/siswi bahwa “Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan Negara sebagai konsekuensi penyelenggaraan pemerintahan yang menimbulkan hak dan kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang. Untuk itu para siswa perlu mengetahuinya”

Sebagaimana diketahui bahwa jika dilihat dari Open Budget Index, Indonesia menduduki nomor 1 (satu) di Asia Tenggara dan Nomor 3 (tiga) di Asia. Ini berarti bahwa keterbukaan terkait dokumen-dokumen seperti Nota Keuangan, Laporan APBN, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat dengan mudah diakses melalui website. Nilai yang perlu ditingkatkan adalah peran serta masyarakat dalam APBN termasuk mahasiswa dan para akademisi. Untuk itu perlu pemahaman yang lebih mendalam mengenai APBN dari barbagai pihak agar dapat meningkatkan peran sertanya dalam APBN.
Informasi mengenai APBN serta pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia merupakan informasi yang penting untuk diketahui bagi para siswa, generasi muda yang berperan sebagai generasi penerus bangsa. Reformasi Keuangan Negara, tahapan penyusunan APBN, dampak kebijakan dan alokasi anggaran, dan pengaruh terhadap pembangunan perekonomian Indonesia merupakan pokok materi yang disampaikan dalam oleh tim Perbendaharaan mengajar dari KPPN Bojonegoro yang terdiri dari Bapak Susilo Darminto, Ibu Sri Murti dan Bapak Sri Harsono.

“Informasi mengenai APBN ini perlu diketahui oleh para siswa. Bagaimana APBN ini disusun, apa saja komponen-komponennya, bagaimana menutup defisit APBN, bagaimana alokasi APBN, dan juga penyerapannya?”, demikian disampaikan oleh bapak Susilo, Kepala Seksi Perbendaharaan  dalam mengawali ceramahnya. “Acara ini merupakan pembelajaran bagi para guru dan siswa sekolah, yang selama ini hanya mengetahui teorinya, untuk mengetahui praktek bagaimana anggaran itu dibuat dan dilaksanakan”, pungkasnya dan materi dilanjutkan oleh pengajar lainnya.

Pengetahuan tentang APBN, yang dikemas dalam “treasury goes to school” merupakan salah satu upaya untuk membuat APBN menjadi lebih transparan. “Intinya adalah, kita ingin membuat APBN itu menjadi sesuatu yang transparan”, kata Sri Harsono, di hadapan para siswa/siswi MAN 1 Bojonegoro disaat para siswa mulai mengantuk. Disamping itu, pengetahuan ini juga sebagai wahana sharing knowledge mengenai APBN, peran pemerintah, dampaknya terhadap masyarakat, alokasi belanja, sumber pendapatan, dan pembiayaannya. Diharapkan sharing session  ini dapat meningkatkan peran masyarakat dalam APBN. “Perlu adanya peningkatan peran serta masyarakat dalam penyusunan APBN. Oleh karena itu perlu untuk meningkatkan pemahaman APBN termasuk kepada para siswa, akademisi, masyarakat dan lain sebagainya”, tambahnya.

Selanjutnya Ibu Sri Murti menyampaikan materi mengenai landasan hukum, perubahan struktur dan format APBN, perubahan sistem penganggaran, reformasi pengelolaan keuangan negara, pengaturan wewenang pengelolaan keuangan negara, siklus pengelolaan keuangan negara, proses perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat dan daerah, fungsi, struktur dan siklus APBN, klasifikasi belanja negara, anggaran berbasis kinerja, dan kerangka pengeluaran jangka menengah.

Kemudian dilanjutkan dengan punck acara berupa sesi tanya-jawab yang disediakan setelah penyampaian materi mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Berbagai pertanyaan mulai dari perencanaan, penyusunan hingga pengawasan pelaksanaan APBN menjadi perhatian para siswa/siswi MAN 1 Bojonegoro.

Perhatian yang besar dari siswa menunjukkan bahwa siswa/siswi yang merupakan bagian dari masyarakat sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai APBN. Harapannya, peran dalam penyusunan dan pengawasan dalam pelaksanaan APBN juga dapat ditingkatkan

Previous Image
Next Image

info heading

info content